Partai Komunis Indonesia (PKI) adalah
partai politik di Indonesia yang berideologi komunis. Dalam sejarahnya,
PKI pernah berusaha melakukan pemberontakan melawan pemerintah kolonial
Belanda pada 1926, mendalangi pemberontakan PKI Madiun pada tahun 1948
dan dicap oleh rezim Orde Baru ikut mendalangi insiden G30S pada tahun
1965. Namun tuduhan dalang PKI dalam pemberontakan tahun 1965 tidak
pernah terbukti secara tuntas, dan masih dipertanyakan seberapa jauh
kebenaran tuduhan bahwa pemberontakan itu didalangi PKI. Sumber luar
memberikan fakta lain bahwa PKI tahun 1965 tidak terlibat, melainkan
didalangi oleh Soeharto (dan CIA). Hal ini masih diperdebatkan oleh
golongan liberal, mantan anggota PKI dan beberapa orang yang lolos dari
pembantaian anti PKI. Setidaknya lebih dari lima teori berusaha
mengungkap kejadian tersebut. Namun teori-teori yang terkadang saling
berlawanan menjadikanya diskusi besar sampai hari ini.
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Tampilkan postingan dengan label jurnalistik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jurnalistik. Tampilkan semua postingan
Jumat, 09 November 2012
Rabu, 03 Oktober 2012
negara komunis
Negara komunis adalah istilah politik yang digunakan untuk mendeskripsikan bentuk pemerintahan suatu negara yang menganut sistem satu partai dan mendeklarasikan kesetiaan kepada komunisme (Marxisme, Leninisme, atau Maoisme)
Selasa, 02 Oktober 2012
PKI
Satu
perhelatan sederhana digelar di Puri Ardhya Garini di kawasan Halim
Perdanakusumah, Selasa sore lalu. Puluhan purnawirawan dari
berbagai angkatan dan Polri serta beberapa pejabat negara dan tokoh
masyarakat turut hadir. Mereka menyaksikan peluncuran buku baru yang
dihadirkan Perhimpunan Purnawirawan AURI (PP AURI). Menilik
judulnya, buku itu tampaknya bukan terbitan biasa. Menyingkap Kabut
Halim 1965, seolah-olah hendak mengungkap rahasia yang selama tiga
dasawarsa dipendam dalam-dalam.
Peralihan dari era Orde Lama ke Orde Baru diantarai oleh sebuah
peristiwa kekacauan politik tahun 1965. Peristiwa yang dipicu konflik
di tubuh Angkatan Darat (AD) itu dengan serta merta menyeret nama
Partai Komunis Indonesia sebagai dalang penculikan dan pembunuhan atas
tujuh perwira AD pada dini hari tanggal 1 Oktober 1965.Oleh kaum beragama, orang- orang PKI disamakan dengan orang kafir yang halal darahnya. Dalam kasus pembantaian orang PKI oleh kaum beragama ini, dapat dilihat bagaimana kekuasaan telah berhasil melakukan manipulasi. Kaum beragama dijadikan alat bagi kepentingan membasmi musuh ideologi penguasa. Di atas kesadaran kaum beragama yang melakukan pembunuhan atas nama keyakinan agama mereka, berjalan kepentingan penguasa (Orde Baru) untuk membasmi musuh ideologi sang penguasa dan usaha menegakkan pamor kekuasaan di atas kenistaan ideologi lawan.
34 tahun kalangan TNI AU (dulu Angkatan Udara Republik Indonesia atau AURI) tak pernah membantah. Sampai eksekusi Omar Dani tak pernah terlaksana dan dia dibebaskan pada 1996. Lantas ada reformasi 1998 yang menumbangkan Orde Baru, dan terbitlah buku ini. Sebuah upaya menolak tudingan. Sebuah "mercu" yang berambisi menyingkap pekatnya kabut sejarah.
Pun diungkapkan beberapa hal sebagai kunci penerang persoalan. Termasuk mengenai dua tempat berbeda yang bernama sama, Lubang Buaya. Pertama adalah dropping zone AU yang masuk kawasan PAU Halim. Kedua, sebuah desa yang terletak di luar kawasan PAU Halim. Lokasi kedua ini lah yang
sebenarnya menjadi basis G-30/S.
Hal lainnya adalah senjata yang ditemukan di Lubang Buaya (basis G-30 S), yang membuat Leo Wattimena, dalam film tadi, sangat terpukul (karakter Leo di buku ini sangat tegas. Berbeda dengan karakter Leo di film yang peragu) , ternyata tidak hanya dari AURI (yang merasa di-fait accomply Soeharto di depan Presiden). Senjata itu juga berasal dari TNI AL, Kepolisian, bahkan
TNI AD sendiri.
Di Halim, tulis buku ini, setelah G-30S, tak pernah berkumpul Presiden Soekarno, Ketua CC PKI DN Aidit, Ketua BC PKI Sjam Kamaruzaman, Brigadir Jenderal Soeprapto dan Kolonel Latief. Yang ada hanya Presiden yang tengah diamankan, didampingi Omar Dani. Jadi, tulis buku ini, tak benar Halim
adalah pusat gerakan.
Kisah seram di seputar Halim ini kemudian memunculkan citra tak sedap bagi angkatan udara. Citra buruk itu makin mengental, sampai-sampai, angkatan udara tidak dianggap sebagai kesatuan penting di tubuh TNI. "Seperti dianaktirikan," kata Ketua PP AURI Marsekal Muda (Purn.) Sri Mulyono Herlambang.
Pengamat sejarah dan politik Dahlan Ranuwihardjo setuju dengan upaya para purnawirawan itu. Bila memang ada fakta-fakta baru yang bisa mengungkap hal yang sebenarnya, tidak masalah untuk diluruskan. "Tapi harus disertai data dan fakta," kata kata mantan ketua umum PB HMI ini. Namun, kalau fakta dan datanya tidak benar, menurut dia, ya apa gunanya.
Dibanding beberapa penerbitan terdahulu, Menyingkap Kabut Halim 1965 banyak mengungkap data dan fakta baru. Misalnya mengenai peran TNI AU secara institusional dalam aksi PKI. Dalam buku ini tidak cukup signifikan adanya bukti keterlibatan institusi ini. "Bahkan tak ada bukti pimpinan angkatan udara waktu itu terlibat PKI," kata Sri Mulyono meyakinkan.
Selain itu, tak terbersit dari Omar Dhani untuk memberontak dan menjatuhkan pemerintahan Bung Karno. Walaupun fakta-fakta dari kejadian 1 Oktober 1965 menunjukkan bahwa G-30-S jelas mengadakan kup terhadap pemerintahan yang sah.
Soal penculikan para jenderal, kata Omar, itu merupakan urusan intern AD. Dan, AURI pada prinsipnya tidak mau ikut campur. "Jadi bukannya saya tidak kolegial, tidak setia kawan," katanya. Karena itu, Soeharto menganggap sikap AURI sama dengan sikap Letkol Untung dkk. yang melakukan kudeta.
Sebelum tahun 1965, AURI merupakan salah satu angkatan udara terkuat di kawasan AsiaTenggara, bahkan di Asia. Angkatan Udara yang dipimpin Laksamana Omar Dani sangat loyal terhadap Soekarno. Omar Dani pernah mengatakan bahwa ia ingin seluruh insan AURI itu menjadi kleine Soekarnotjes atau Soekarno-soekarno kecil. Mereka mendukung gerakan ”Ganyang Malaysia” yang dilancarkan pemerintahan Soekarno. Namun, pihak Angkatan Darat, dalam hal ini Soeharto, tidak mendukung kebijakan itu dengan sepenuh hati. Benih konflik di antara mereka sudah dimulai sejak ini. Tanggal 30 September 1965 meletus aksi penculikan para jenderal. Omar Dani dengan spontan menulis perintah harian Men/Pangau setelah mendengar siaran berita RRI pukul 07.00 tentang G30S. Perintah harian itu kemudian menjadi persoalan besar di mata kelompok Soeharto. Sejak 25 Desember 1966, Omar Dani dipenjara selama 29 tahun. Ia baru bebas 16 Agustus 1995.
Sekarang tergantung pada pembaca menilai dan melihat fakta-faktanya bagaimana. Itu yang mestinya menjadi dasar. Kita bebas berpikir dan menyatakan sesuatu. Sehingga, menurut saya, era reformasi itu baik sekali untuk mengungkap kejadian yang sebenarnya.
Yang di Halim itu, tanggal 1 Oktober dan 2 Oktober. Tapi yang paling utama adalah tuduhan bahwa AURI menjadi basis komunis. Kita menyaksikan selama tiga puluh tahun lebih, film G-30-S/PKI yang menyakitkan hati dan menekan jiwa. Tapi pihak TNI-AU sadar, yang menyusun sejarah selalu orang yang menang perang dan yang berkuasa. Dan cepat atau lambat, kebenaran itu akan terbuka dengan sendirinya.
Jumat, 21 September 2012
Berita soft news
Berita
soft news adalah berita yang dari segi struktur penulisan relatif lebih
luwes, dan dari segi isi tidak terlalu berat. Soft news umumnya tidak
terlalu lugas, tidak kaku, atau ketat, khususnya dalam soal waktunya.
Misalnya: tulisan untuk menggambarkan kesulitan yang dihadapi rakyat
kecil akibat krisis ekonomi akhir-akhir ini. Selama krisis ekonomi ini
masih berlanjut, berita itu bisa diturunkan kapan saja. Atau
tulisan tentang artis Meriam Bellina, yang punya hobi baru mengkoleksi
pot bunga antik. Biasanya lebih banyak mengangkat aspek kemanusiaan
(human interest).
Dari
segi bentuknya, soft news masih bisa kita perinci lagi menjadi dua:
news feature dan feature. Feature adalah sejenis tulisan khas yang
berbentuk luwes, tahan waktu, menarik, strukturnya tidak kaku, dan
biasanya mengangkat aspek kemanusiaan. Panjang tulisan feature
bervariasi dan boleh ditulis seberapa panjang pun, sejauh masih menarik.
Misalnya, feature tentang kehidupan sehari-hari nelayan di Marunda. Sedangkan
news feature adalah feature yang mengandung unsur berita. Misalnya,
tulisan yang menggambarkan peristiwa penangkapan seorang pencuri oleh
polisi, yang diawali dengan kejar-kejaran, tertangkap, lepas lagi, dan
semua liku-liku proses penangkapan itu disajikan secara seru, menarik,
dan dramatis, seperti kita menonton film saja.
berita hard news
Hard news,
adalah berita penting yang harus disampaikan langsung ke publik. Berita
jenis ini tidak bisa ditunda pemberitaanya karena akan cepat basi.
Kadang penulisan berita macam ini juga disebut breaking news, spot news, atau straight news.
Ada beberapa ciri-ciri khas dari Hard news. Pertama, mementingkan aktualitas. Definisi dari aktual adalah sedang menjadi pembicaraan orang banyak atau peristiwa yang baru saja terjadi. Kita ambil contoh, misalnya judul
berita: Intelijen Korea Bantah Curi Data Delegasi RI, merupakan berita
tanggal 21 Februari 2011, apakah berita macam ini masih punya nilai
berita jika tidak disajikan pada hari itu juga? Tentu saja tidak. Berita
seperti ini akan cepat kehilangan nilai jualnya. Karenanya, berita hard news sangat mementingkan aktualitas.
Ciri yang kedua adalah memakai sistem piramida terbalik dalam penulisan berita. Artikel
berbentuk berita ini memiliki struktur unik, yaitu inti informasi
ditulis pada alinea awal (disebut sebagai "lead”) dan data-data penting
menyusul pada alinea-alinea selanjutnya, lalu penjelasan tambahan, dan
diakhiri dengan informasi lain yang bukan bersifat informasi utama.
Inilah yang disebut sebagai piramida terbalik.
Bagi pembaca sebuah artikel, piramida terbalik memudahkannya
menangkap inti cerita, sebab informasi yang paling pokok langsung
dibeberkan sejak alinea-alinea awal. Sementara bagi redaktur di meja
redaksi, piramida terbalik juga memberi keuntungan. Yaitu ketika sebuah
artikel harus diperpendek karena kolom terbatas sementara waktu sudah
mepet, maka redaktur tinggal memotong bagian bawah. Kalimat-kalimat yang
dibuang itu tidak akan mengurangi makna artikel, asalkan ditulis dalam
bentuk piramida terbalik.
Agar tercipta hard news yang baik maka lead harus baik pula. Lead yang baik harus memenuhi satu syarat, yaitu pemakaian 5W + 1H, Singkatan
dari “what, who, when, where, why, how,” yang dalam bahasa Indonesia
menjadi “apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, bagaimana.” Semua unsur
inilah yang harus terkandung dalam sebuah hard news. Contoh lead yang diambil dari vivanews.com : Intelijen
Korea Bantah Curi Data Delegasi RI -- Kamar VIP di Lotte Hotel, tempat
delegasi Indonesia menginap selama di Seoul, Korea Selatan, disantroni
penyusup. Tiga orang mencurigakan -- dua laki-laki dan seorang perempuan
mencuri data dari laptop menggunakan USB. Para pelaku kabur saat
kepergok salah satu staf dari Indonesia.
Ciri yang ketiga adalah kelengakapan dari isi beritanya. Lengkapnya sebuah hard news, bisa dipenuhi apabila pemakaian 5W + 1H sudah diterapkan. 5W+1H
adalah unsur berita dan harus ada. Bayangkan, jika salah satu unsur
dari enam unsur tersebut tidak ada. Pasti berita tersebut sarat akan
informasinya sehingga tidak ada kelengkapan.
Ciri yang keempat adalah untuk memberi informasi. Sebagai jendela, agar
para pembaca yang tidak tahu menjadi tahu. jika mengambil contoh berita
dari vivanews.com, kita tidak akan tahu apakah ada data rahasia yang
dicuri oleh intelejen korea? Lewat hard news, fungsi memberi info sangat diprioritaskan.
Ciri yang kelima adalah panjang dari hard news 100-200 kata. Tidak perlu panjang-panjang karena fungsinya memberi info yang aktual dan memenuhi unsur 5W+1H.
Sabtu, 15 September 2012
manfaat blog
Ngeblog
ato bikin blog di dunia maya seolah menjadi trendsetter bagi kebanyakan
orang. Jika dulu punya email sudah cukup menjadi kebutuhan, sekarang
trend berpihak kepada Blog. Orang muda, orang tua, orang kota, orang
desa, artis, selebrity, kuli tinta, mahasiswa, hingga pelajar telah
memiliki blog dengan berbagai ragam tujuannya. Sebagian karena gengsi
tapi kemudian berlanjut menjadi kebutuhan setelah banyak manfaat yang
diambil. Setidaknya ada beberapa hal yang bisa kita ambil manfaatnya
dari blog :
- sebagai sarana untuk menuangkan ide pikiran ataupun kreatifitas seseorang
- wadah untuk berbagi dengan keluarga, sahabat yg terpisahkan oleh jarak
- sebagai sarana untuk promosi dlm rangka memasarkan produk2 yg kita tawarkan
- sebagai tempat cadangan untuk menyimpan file pribadi baik itu foto, video, dokumen dll.
- sebagai media korespondsi dengan sahabat, keluarga jauh, handai taulan dan lainnya. Dari media ini blogger bisa mengobati rasa kangen dengan meng-upload foto-foto ke blog dan tinggal mengabarkan alamat blog kepada kerabat tersebut.
Manfaat Blog
Blog memang bukan hal yang baru lagi mereka yang doyan berseluncur di dunia maya. Setelah sempat populer, kini blog seakan–akan mati suri dan meredup dengan maraknya situs jejaring sosial macam Facebook, Twitter, dan sejenisnya. Pengguna internet lebih memilih menggunakan situs jejaring sosial ini untuk menumpahkan semua unek–uneknya yang timbul dalam keseharian mereka. Dari hal yang paling sepele hingga mengomentari isu nasional, bahkan gosip global. Tentu saja hal ini patut disayangkan, mengingat blog memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan situs jejaring sosial.
Rabu, 12 September 2012
nilai berita
Nilai Berita
Sebuah berita jika disajikan haruslah memuat nilai berita di dalamnya. Nilai berita itu mencakup beberapa hal, seperti berikut.
- Objektif: berdasarkan fakta, tidak memihak.
- Aktual: terbaru, belum "basi".
- Luar biasa: besar, aneh, janggal, tidak umum.
- Penting: pengaruh atau dampaknya bagi orang banyak; menyangkut orang penting/terkenal.
- Jarak: familiaritas, kedekatan (geografis, kultural, psikologis).
Lima nilai berita di atas menurut Kris Budiman sudah
dianggap cukup dalam menyusun berita. Namun, Masri Sareb Putra dalam
bukunya "Teknik Menulis Berita dan Feature", malah memberikan dua belas
nilai berita dalam menulis berita (2006: 33). Dua belas hal tersebut di
antaranya adalah:
- sesuatu yang unik,
- sesuatu yang luar biasa,
- sesuatu yang langka,
- sesuatu yang dialami/dilakukan/menimpa orang (tokoh) penting,
- menyangkut keinginan publik,
- yang tersembunyi,
- sesuatu yang sulit untuk dimasuki,
- sesuatu yang belum banyak/umum diketahui,
- pemikiran dari tokoh penting,
- komentar/ucapan dari tokoh penting,
- kelakuan/kehidupan tokoh penting, dan
- hal lain yang luar biasa.
Dalam kenyataannya, tidak semua nilai itu akan kita
pakai dalam sebuah penulisan berita. Hal terpenting adalah adanya
aktualitas dan pengedepanan objektivitas yang terlihat dalam isi
tersebut.
Anatomi Berita dan Unsur-Unsur
Seperti tubuh kita, berita juga mempunyai bagian-bagian, di antaranya adalah sebagai berikut.
- Judul atau kepala berita (headline).
- Baris tanggal (dateline).
- Teras berita (lead atau intro).
- Tubuh berita (body).
Bagian-bagian di atas tersusun secara terpadu dalam
sebuah berita. Susunan yang paling sering didengar ialah susunan
piramida terbalik. Metode ini lebih menonjolkan inti berita saja. Atau
dengan kata lain, lebih menekankan hal-hal yang umum dahulu baru ke hal
yang khusus. Tujuannya adalah untuk memudahkan atau mempercepat pembaca
dalam mengetahui apa yang diberitakan; juga untuk memudahkan para
redaktur memotong bagian tidak/kurang penting yang terletak di bagian
paling bawah dari tubuh berita (Budiman 2005) . Dengan selalu
mengedepankan unsur-unsur yang berupa fakta di tiap bagiannya, terutama
pada tubuh berita. Dengan senantiasa meminimalkan aspek nonfaktual yang
pada kecenderuangan akan menjadi sebuah opini.
Untuk itu, sebuah berita harus memuat "fakta" yang di
dalamnya terkandung unsur-unsur 5W + 1H. Hal ini senada dengan apa yang
dimaksudkan oleh Lasswell, salah seorang pakar komunikasi (Masri Sareb
2006: 38).
- Who - siapa yang terlibat di dalamnya?
- What - apa yang terjadi di dalam suatu peristiwa?
- WHERE - di mana terjadinya peristiwa itu?
- Why - mengapa peristiwa itu terjadi?
- When - kapan terjadinya?
- How - bagaimana terjadinya?












