This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Selasa, 18 September 2012
Senin, 17 September 2012
Minggu, 16 September 2012
Sabtu, 15 September 2012
manfaat blog
Ngeblog
ato bikin blog di dunia maya seolah menjadi trendsetter bagi kebanyakan
orang. Jika dulu punya email sudah cukup menjadi kebutuhan, sekarang
trend berpihak kepada Blog. Orang muda, orang tua, orang kota, orang
desa, artis, selebrity, kuli tinta, mahasiswa, hingga pelajar telah
memiliki blog dengan berbagai ragam tujuannya. Sebagian karena gengsi
tapi kemudian berlanjut menjadi kebutuhan setelah banyak manfaat yang
diambil. Setidaknya ada beberapa hal yang bisa kita ambil manfaatnya
dari blog :
- sebagai sarana untuk menuangkan ide pikiran ataupun kreatifitas seseorang
- wadah untuk berbagi dengan keluarga, sahabat yg terpisahkan oleh jarak
- sebagai sarana untuk promosi dlm rangka memasarkan produk2 yg kita tawarkan
- sebagai tempat cadangan untuk menyimpan file pribadi baik itu foto, video, dokumen dll.
- sebagai media korespondsi dengan sahabat, keluarga jauh, handai taulan dan lainnya. Dari media ini blogger bisa mengobati rasa kangen dengan meng-upload foto-foto ke blog dan tinggal mengabarkan alamat blog kepada kerabat tersebut.
Manfaat Blog
Blog memang bukan hal yang baru lagi mereka yang doyan berseluncur di dunia maya. Setelah sempat populer, kini blog seakan–akan mati suri dan meredup dengan maraknya situs jejaring sosial macam Facebook, Twitter, dan sejenisnya. Pengguna internet lebih memilih menggunakan situs jejaring sosial ini untuk menumpahkan semua unek–uneknya yang timbul dalam keseharian mereka. Dari hal yang paling sepele hingga mengomentari isu nasional, bahkan gosip global. Tentu saja hal ini patut disayangkan, mengingat blog memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan situs jejaring sosial.
Kamis, 13 September 2012
Rabu, 12 September 2012
nilai berita
Nilai Berita
Sebuah berita jika disajikan haruslah memuat nilai berita di dalamnya. Nilai berita itu mencakup beberapa hal, seperti berikut.
- Objektif: berdasarkan fakta, tidak memihak.
- Aktual: terbaru, belum "basi".
- Luar biasa: besar, aneh, janggal, tidak umum.
- Penting: pengaruh atau dampaknya bagi orang banyak; menyangkut orang penting/terkenal.
- Jarak: familiaritas, kedekatan (geografis, kultural, psikologis).
Lima nilai berita di atas menurut Kris Budiman sudah
dianggap cukup dalam menyusun berita. Namun, Masri Sareb Putra dalam
bukunya "Teknik Menulis Berita dan Feature", malah memberikan dua belas
nilai berita dalam menulis berita (2006: 33). Dua belas hal tersebut di
antaranya adalah:
- sesuatu yang unik,
- sesuatu yang luar biasa,
- sesuatu yang langka,
- sesuatu yang dialami/dilakukan/menimpa orang (tokoh) penting,
- menyangkut keinginan publik,
- yang tersembunyi,
- sesuatu yang sulit untuk dimasuki,
- sesuatu yang belum banyak/umum diketahui,
- pemikiran dari tokoh penting,
- komentar/ucapan dari tokoh penting,
- kelakuan/kehidupan tokoh penting, dan
- hal lain yang luar biasa.
Dalam kenyataannya, tidak semua nilai itu akan kita
pakai dalam sebuah penulisan berita. Hal terpenting adalah adanya
aktualitas dan pengedepanan objektivitas yang terlihat dalam isi
tersebut.
Anatomi Berita dan Unsur-Unsur
Seperti tubuh kita, berita juga mempunyai bagian-bagian, di antaranya adalah sebagai berikut.
- Judul atau kepala berita (headline).
- Baris tanggal (dateline).
- Teras berita (lead atau intro).
- Tubuh berita (body).
Bagian-bagian di atas tersusun secara terpadu dalam
sebuah berita. Susunan yang paling sering didengar ialah susunan
piramida terbalik. Metode ini lebih menonjolkan inti berita saja. Atau
dengan kata lain, lebih menekankan hal-hal yang umum dahulu baru ke hal
yang khusus. Tujuannya adalah untuk memudahkan atau mempercepat pembaca
dalam mengetahui apa yang diberitakan; juga untuk memudahkan para
redaktur memotong bagian tidak/kurang penting yang terletak di bagian
paling bawah dari tubuh berita (Budiman 2005) . Dengan selalu
mengedepankan unsur-unsur yang berupa fakta di tiap bagiannya, terutama
pada tubuh berita. Dengan senantiasa meminimalkan aspek nonfaktual yang
pada kecenderuangan akan menjadi sebuah opini.
Untuk itu, sebuah berita harus memuat "fakta" yang di
dalamnya terkandung unsur-unsur 5W + 1H. Hal ini senada dengan apa yang
dimaksudkan oleh Lasswell, salah seorang pakar komunikasi (Masri Sareb
2006: 38).
- Who - siapa yang terlibat di dalamnya?
- What - apa yang terjadi di dalam suatu peristiwa?
- WHERE - di mana terjadinya peristiwa itu?
- Why - mengapa peristiwa itu terjadi?
- When - kapan terjadinya?
- How - bagaimana terjadinya?












