hanafi dwi saputro

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 24 Agustus 2012

E-NEWS


KLATEN, (24/08) SMKN 1 KLATEN merupakan sekolah favorit di kota Klaten yang dimana sekolah itu terletak di Jl. Wahidin Sudiro Husodo No.22. Tidak hanya muridnya yang hebat tetapi juga mempunyai fasilitas yang menunjang. Di sekolah ini mempunyai beberapa jurusan salah satunya TPPPP (Tehnik Produksi dan Penyiaran Program Pertelevisian). Jurusan ini merupakan jurusan yang termasuk baru dibandingkan dengan jurusan yang sudah ada namun jurusan ini sudah dapat mengimbangi jurusan lain. Disamping alat perlengkapan praktek yang sudah memadai, para siswanya pun juga aktif dalam belajar. “TPPPP merupakan jurusan yang menonjol dari pada jurusan yang lain, siswanya sangat aktif dan mandiri seperti anak kelas XII yang sekarang. Guru dengan muridnya sangat dekat, muridnya pun banyak yang berbakat, punya tingkat kePD-an yang tinggi, pokoknya hebat!!” begitu tanggapan Dina kelas XI MM (multimedia). Menurut Adimas siswa SMA TPPPP merupakan jurusan yang cukup menarik dan langka. Walaupun baru tetapi sudah bisa membuat banyak karya. Begitulah salah satu pendapat tentang SMKN 1 KLATEN dan jurusan TPPPP.

Selasa, 07 Agustus 2012

bibit bebet bobot


Bibit, Bebet, Bobot.
Tiang tembung ing irah-irahaningseratan punika wonten ing bebrayan nate dados uguring kalimrahan, ing almanak jawi tahun 1942 pinanggih wontenipun andharan bab bibit, bebet sarta bobot ingkang sinerat dening swargi mas ngabehi sudirahusada dhoter jawi ing ngayojakarta.
Ingkang dipun westani bibit inggih punika wiji, istining manah wingkingipun saget sae. Ingkang diwestani bebet inggih punika trah utawi turun, mila tiyang jawi menawi badhe ngemah emahaken kedah ngertos dateng bebet.
Ingkang diwestani bobot inggih punika kelakuan anteping manah terangipun malih sanajan putranipun priyatun bilih kelakuanipun awan inggih sinirik ing tiyang.

balibong


Minggu, 05 Agustus 2012

Ngantuk Gokil


Sabtu, 04 Agustus 2012



cool



Kamis, 02 Agustus 2012

leave me alone!


Selasa, 31 Juli 2012

Penafsiran Pasal Demi Pasal
Pasal 1
Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.
Penafsiran
a. Independen berarti memberitakan peristiwa atau fakta sesuai dengan suara hati nurani tanpa campur tangan, paksaan, dan intervensi dari pihak lain termasuk pemilik perusahaan pers.
b. Akurat berarti dipercaya benar sesuai keadaan objektif ketika peristiwa terjadi.
c. Berimbang berarti semua pihak mendapat kesempatan setara.
d. Tidak beritikad buruk berarti tidak ada niat secara sengaja dan semata-mata untuk menimbulkan kerugian pihak lain.
Pasal 2
Wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik.
Penafsiran
Cara-cara yang profesional adalah:
a. menunjukkan identitas diri kepada narasumber;
b. menghormati hak privasi;
c. tidak menyuap;
d. menghasilkan berita yang faktual dan jelas sumbernya;
e. rekayasa pengambilan dan pemuatan atau penyiaran gambar, foto, suara dilengkapi dengan keterangan tentang sumber dan ditampilkan secara berimbang;
f. menghormati pengalaman traumatik narasumber dalam penyajian gambar, foto, suara;
g. tidak melakukan plagiat, termasuk menyatakan hasil liputan wartawan lain sebagai karya sendiri;
h. penggunaan cara-cara tertentu dapat dipertimbangkan untuk peliputan berita investigasi bagi kepentingan publik.
Pasal 3
Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.
Penafsiran
a. Menguji informasi berarti melakukan check and recheck tentang kebenaran informasi itu.
b. Berimbang adalah memberikan ruang atau waktu pemberitaan kepada masing-masing pihak secara proporsional.
c. Opini yang menghakimi adalah pendapat pribadi wartawan. Hal ini berbeda dengan opini interpretatif, yaitu pendapat yang berupa interpretasi wartawan atas fakta.
d. Asas praduga tak bersalah adalah prinsip tidak menghakimi seseorang.
Pasal 4
Wartawan Indonesia tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul.
Penafsiran
a. Bohong berarti sesuatu yang sudah diketahui sebelumnya oleh wartawan sebagai hal yang tidak sesuai dengan fakta yang terjadi.
b. Fitnah berarti tuduhan tanpa dasar yang dilakukan secara sengaja dengan niat buruk.
c. Sadis berarti kejam dan tidak mengenal belas kasihan.
d. Cabul berarti penggambaran tingkah laku secara erotis dengan foto, gambar, suara, grafis atau tulisan yang semata-mata untuk membangkitkan nafsu birahi.
e. Dalam penyiaran gambar dan suara dari arsip, wartawan mencantumkan waktu pengambilan gambar dan suara.
Pasal 5
Wartawan Indonesia tidak menyebutkan dan menyiarkan identitas korban kejahatan susila dan tidak menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan.
Penafsiran
a. Identitas adalah semua data dan informasi yang menyangkut diri seseorang yang memudahkan orang lain untuk melacak.
b. Anak adalah seorang yang berusia kurang dari 16 tahun dan belum menikah.

Berita

Berita
Ketika membahas mengenai jurnalistik, pikiran kita tentu akan langsung tertuju pada kata "berita" atau "news". Lalu apa itu berita? Berita (news) berdasarkan batasan dari Kris Budiman adalah laporan mengenai suatu peristiwa atau kejadian yang terbaru (aktual); laporan mengenai fakta-fakta yang aktual, menarik perhatian, dinilai penting, atau luar biasa. "News" sendiri mengandung pengertian yang penting, yaitu dari kata "new" yang artinya adalah "baru". Jadi, berita harus mempunyai nilai kebaruan atau selalu mengedepankan aktualitas. Dari kata "news" sendiri, kita bisa menjabarkannya dengan "north", "east", "west", dan "south". Bahwa si pencari berita dalam mendapatkan informasi harus dari keempat sumber arah mata angin tersebut.
Selanjutnya berdasarkan jenisnya, Kris Budiman membedakannya menjadi "straight news" yang berisi laporan peristiwa politik, ekonomi, masalah sosial, dan kriminalitas, sering disebut sebagai berita keras (hard news). Sementara "straight news" tentang hal-hal semisal olahraga, kesenian, hiburan, hobi, elektronika, dsb., dikategorikan sebagai berita ringan atau lunak (soft news). Di samping itu, dikenal juga jenis berita yang dinamakan "feature" atau berita kisah. Jenis ini lebih bersifat naratif, berkisah mengenai aspek-aspek insani (human interest). Sebuah "feature" tidak terlalu terikat pada nilai-nilai berita dan faktualitas. Ada lagi yang dinamakan berita investigatif (investigative news), berupa hasil penyelidikan seorang atau satu tim wartawan secara lengkap dan mendalam dalam pelaporannya.

Pages - Menu

 
Night Diamond - Link Select 2